Jumat, 13 Juli 2012

zat yang terkandung pakan

Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi yang utama bagi ruminansia. Sumber karbohidrat berasal dari hijauan pakan ternak dan konsentrat yang di susun daribiji-bijian dan limbah pertanian. Biji-bijiansemacam jagung, sorgum, gandum danbarley merupakan bahan pakan sumber karbohidrat. Di Indonesia juga terdapat sumber karbohidrat seperti gaplek, ong-gok, dedak dll.Karbohidrat dapat di klasifikasikan menjadi 5 jenis yaitu monosakarida,disakarida, trisakarida, poliskarida danmixed polisakarida. Unit dasar karbohi-drat adalah gula sederhana, yaitu hek-sosa karena setiap molekul mengandung enam atom karbon. Sedikit heksosa bebas dapat di temukan pada tanaman. Hexosa terdiri dari glukosa, fruktosa, galaktosa dan manosa. Sebagian besar karbohidrat adalah bentuk disakarida, yang merupakan kombinasi dua gula heksosa atau poli-sakarida-polimer beberapa molekul heksosa. Disakarida yang paling pentingdijumpai di alam adalah sukrosa maltosa, Polisakarida seperti pati, selulosa,merupakan komponen penting dalam ransum ternak ruminansia. Selulosa merupakan persenyawaan organic dengan hemiselulosa dan lignin yang banyak terdapat di alam. Hampir 50% bahan or-ganik pada tanaman terdiri dari selulosa.Pada ternak unggas tidak bisa mencerna selulosa karena tidak memiliki enzim selulase, pada ternak ruminansia enzim selulase di produksi oleh mikroba di dalamrumen sehingga mampu mencerna selulosa. Pencernaan karbohidrat akan menghasilkan Volatil Fatty Acyd (asamlemak terbang) yang disingkat denganVFA. VFA terdiri dari sebagian besarasam asetat, propionat dan butirat dansebagian kecil asam format, isobutirat,valerat, isovalerat dan kaproat. Percernaan karbohidrat menghasilkan limbah berupa gas methan yang di keluarkan ternak melalui proses sendawa. Protein dan Asam Amino Protein adalah persenyawaan organic komplek yang mengandung unsur kar-bon, hydrogen, oksigen, nitrogen, forfor,dan sulfur. Protein tersusun oleh lebih dari 20 persenyawaan organik yang dise-but asam amino. Satu molekul protein tersusun atas ikatan panjang beberapaasam amino yang disebut ikatan peptida.Oleh karena suatu protein rata-rata men-gandung 16% nitrogen maka kandunganprotein dari bahan pakan atau karkasdapat diduga dengan mengalikan kan-dungan nitrogen dengan 6,2, dan akanmenghasilkan kandungan protein kasar. Kebutuhan protein sebenarnya lebihdi tekankan pada kebutuhan asam aminoyang terdapat dalam pakan. Terdapat 20asam amino dalam protein dan semua-nya penting bagi ternak. Asam aminoterdiri dari Arginine, Cystine, Histidine,Isoleucine, Leucine, Methionine, Lysine,Phenilalanin Threonine, Tryptophan, Ty-rosine, Valine, Cystein, Alanine, AsamAspastat, Asam Glutamat, Glysine, Hy-droxyl Proline, Proline, dan Serine.Keberadaan mikroba di dalam ru-men, mengakibatkan metabolisme pro-tein pada ruminansia berbeda denganmonogastrik dan unggas. Mikroba mem-punyai kemampuan mensintesa semuaasam amino termasuk asam-asam aminoyang di butuhkan oleh induk semang. Halini menunjukkan bahwa kualitas proteintidak menjadi unsur mutlak dalam ran-sum ruminansia.Penggunaan protein pakan yangdicerna oleh ruminansia adalah Proteinpakan didegradasi menjadi peptida olehprotease di dalam rumen. Peptida dika-tabolisasi menjadi asam amino bebaslalu menjadi amonia, asam lemak danCO2.Amonia hasil perombakan asamamino adalah sumber nutrien bagi bak-teri. Bakteri ini akan menggunakan amo-nia bersama dengan karbohidrat mudahlarut (FVA) untuk membentuk asamamino yang dibutuhkan dalam rangkamemenuhi kebutuhan proteinnya sendiri.Sebanyak 50-80% N mikroba berasaldari amonia rumen, sedangkan 30% pro-tein berasal dari sumber selain amoniaseperti peptida dan asam-asam amino.Pemberian urea sebagai suplai NonProtein Nitrogen (NPN) bertujuan untukmenyediakan N bagi perkembanganmikro organisme rumen. Untuk memacupertumbuhan mikro organisme memer-lukan N dan tetes tebu sebagai sumberenergi.Produk degradasi yang terbentukdalam rumen, terutama amonia, di gu-nakan oleh mikroba bersama-sumberenergi untuk mensintesis protein dan ba-han-bahan sel mikroba seperti bahan selyang mengandung N dan asam nukleat.Bagian amonia bebas akan diserapmasuk ke pembuluh darah ternak dan ditransformasikan menjadi urea di dalamliver. Sebagian besar urea tidak dapatdigunakan oleh ternak dan diekresikanke dalam urin.Sel-sel mikroba (bakteri dan proto-zoa) mengandung protein sebagai kom-ponen utama, bersama protein pakanmelalui omasum dan abomasum danusus halus. Sel-sel pakan yang dicerna mengandung protein 70-80%, 30-40%adalah protein kurang larut. Protein hi- jauan di cerna dalam rumen sebesar30-80%. Jumlah ini tergantung kepadawaktu tinggal di dalam rumen dan tingkatpemberian makan.Pencernaan dan penyerapan mi-kroba dan protein pakan terjadi di usushalus ternak (ruminan dan monogastrik)oleh protease. Asam amino esensial bagisemua jenis ternak. Komposisi asam-asam amino yang mencapai usus akansangat tergantung kepada jenis protein,kuantitas dan kualitas sumber proteinpensuplai. Ternak ruminansia tergantungpada protein mikroba dan protein pakanyang lolos dari pencernaan dalam rumenuntuk mensuplai asam amino esensial.Fungsi protein antara lain untukmembentuk jaringan, cairan tubuh, en-sim, produksi, cadangan energi, dll.Membangun dan Membentuk JaringanTubuh• Protein berfungi membentuk danmembangunan jaringan tubuh, mi-salnya daging, pembentukan danperkembangan organ-organ tubuhdan pertumbuhan bulu. Kebutuhanterhadap protein untuk ternak yanglebih muda lebih tinggi dari padauntuk ternak yang lebih tua. Inidisebabkan anak ternak yang sedangtumbuh memiliki banyak bagian yangsedang tumbuh, bagian-bagian ter-sebut memerlukan protein.• Membangun dan membentuk jaring-an tubuh• Pembentukan cairan tubuh dansistem enzim. Cairan tubuh danenzim merupakan faktor terpentingbagi kehidupan ternak. Untuk pem-bentukan kedua faktor tersebutmemerlukan protein.• Produksi daging, susu dan bulumembutuhkan protein• Cadangan energi, protein jugaberguna untuk cadangan energi.Walaupun prosesnya tidak efisien,dalam keadaan tidak ada energiprotein tubuh akan diubah menjadienergi. Ini sebagai tanda betapapentingnya energi, energi digunakanuntuk segala efektifitas tubuh. Lemak Lemak murni merupakan ester glyc-erol yang memiliki asam lemak rantaipanjang dan merupakan persenyawaankarbon, hydrogen dan oksigen. Perse-nyawaan oksigennya lebih rendahdibanding karbohidrat sehingga energilebih tinggi (2,25 kali lipat) dari karbo-hidrat dan protein. Perbedaan lemakdan minyak pada bentuknya, pada suhunormal lemak berbentuk padat sedangminyak berbentuk cair. Molekul lemak terdiri dari glyceroldan kombinasi dengan 3 asam lemak.Asam lemak terdiri dari caprilat, caprat,laurat, miristat, palmitat, palmitoleat,stearat, oleat, linoleat, linolenat, arachi-donat, gadoleat, behenat, eurat, lignoc-erat. Komposisi kandungan lemak beber-apa bahan seperti tertera pada Tabel 7.Sumber minyak yang baik adalah minyaksawit, dan minyak kelapa.Pada ternak ruminansia lemak didapat dari hijauan makanan ternak (3%kandungan lemak). Akan tetapi karenakonsumsi hijauan cukup banyak makakonsumsi absolut lemak relatif banyakpula. Bentuk lipida dalam daun adalahgalaktoserida dan digalakto glicerida.Pemberian pakan konsentrat pada ter-nak ruminansia juga akan memberikansuplai lemak. Lemak pada konsentratkebanyakan dalam bentuk trigliserida. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh . Asam lemak jenuh hanya memi-liki ikatan tunggal di antara atom-atomkarbon penyusunnya, sementara asamlemak tak jenuh memiliki paling sedikitsatu ikatan ganda di antara atom-atomkarbon penyusunnya.Pakan hijauan dan biji-bijian umum-nya berbentuk lemak tidak jenuh. Padarumen terjadi proses hidrolisa ikatan es-ter dan biohidogenasi asam lemak jenuh.Hidrolisis lemak trigliserida, phospholipindan glycolipid oleh lipase asal mikrobaakan membebaskan asam-asam lemakbebas, sehingga galaktosa (gula) dangliserol akan difermentasi menghasilkanVFA (asam lemak bebas). Asam lemaktak jenuh (linoleat dan linolenat) akandipisahkan dari kombinasi ester melaluiproses biohidrogenasi oleh bakteriamenghasilkan asam stearat.Mikroba rumen juga mampu men-sintesis beberapa asam lemak rantaipanjang dari propionat dan asam lemakrantai cabang dari kerangka karbonasam-asam amino valin, leusin dan isole-usin. Asam-asam lemak tersebut akan diinkorporasikan ke dalam lemak susu danlemak tubuh ruminansia.Asam lemak yang dihasilkan dalamrumen akan memasuki jujenum (usus halus). Sumber asam lemak adalah daribahan pakan dan bakteri rumen. Bentukasam lemak adalan asam lemak bebas.Penyerapan asam lemak bebas akan ter- jadi pada jujenum. Nilai Positif Menurunkan Kon-sumsi Pakan Kadar energi dalam lemak tinggi,dengan penambahan sedikit pada ran-sum akan meningkatkan energi sangat jelas. Energi ransum yang tinggi akanmenurunkan tingkat konsumsi pakan.Dari hasil percobaan pada sapi peda-ging dengan pemberian konsentrat 50%,kadar lemak 5%, akan menurunkan kon-sumsi sebesar 2% pertambahan bobotbadan meningkat 28%. Mengurangi Sifat Berdebu Penambahan lemak dapat mengikatpartikel debu. Lemak/minyak dapat me-ngurangi sifat berdebu dari ransum. Pengaruhnya akan menurunkan kehilangan pakan keudara dan meningkatkan kesenangan pekerja dalam menangani ransum ternak. Sumber Asam Lemak Esensial Ternak tidak dapat mensitesakanasam linoleat (asam lemak esensial) sehingga harus disediakan melalui ransumnya. Untuk pertumbuhan berat badanyang tinggi diperlukan ransum denganenergi tinggi, penambahan lemak akanmembantu meningkatkan kandunganenergi dalam pakan. Untuk pertumbuhansedang dan normal tidak diperlukan lemaktambahan, karena energi cukup dari kon-sentrat biasa dan hijauan pakan ternak. Meningkatkan Palatabilas Penambahan lemak akan menin-gkatkan daya cerna ransum, sehinggakonsumsi ransum meningkat. Jika ternakmampu konsumsi ransum tersebut makapertumbuhannya juga akan membaik. Menurunkan Produksi Gas Metan Didalam rumen ternak ruminansiayang mengkonsunsi hijauan pakan ter-nak dalam jumlah besar, akan meningkatproduksi gas metan. Penambahan lemakpada ransum akan menurunkan produksi gas metan dan meningkatkan efisiensipenggunaan energi. Memperbaiki Rasio Asetat : Propionat Pemberian minyak biji rami ( linseed) atau linolenat akan menurunkan rasioasetat :propionate sehingga meningkat-kan efisiensi penggunaan ransum. Pem-berian minyak ikan menurunkan produksipropionate sedangkan penambahan le-mak hewani menurunkan asetat. Nilai Negatif Menurunnya Konsumsi Penambahan lemak kedalam ransumakan meningkatkan tingkat konsumsiransum. Pada batas tertentu penamba-han energi yang terlalu banyak akan me-nyebabkan tingkat konsumsi menurun. Menurunkan Kecernaan Serat Kasar Pada ternak yang diberi hijauan pakan dalam jumlah tinggi maka pencernaanserat kasar yang terkandung dalam hi- jauan akan menurun. Sebaliknya karbo-hidrat yang mudah dicerna dan lemak itusendiri akan meningkat daya cernanya.Disarankan untuk menambahkan lemak/ minyak pada ternak yang pemberian kon-sentratnya banyak. Mineral Mineral merupakan bahan anorganikdalam bahan pakan atau jaringan tu-buh. Fungsi mineral membantu prosesmetabolisme. Mineral esensial terdapat 15 macam dan sering di bagi menjadi 2 kategori berdasarkan pada jumlah yang diperlukan dalam pakan. Mineral yangdiperlukan dalam jumlah banyak disebutmineral makro dan dinyatakan dalam persen dari pakan. Mineral yang dibutuh-kan dalam jumlah sedikit disebut mineralmikro (trace) dan dinyatakan dalam ppm (part per million) atau milligram per kilo-gram.Dengan berkembangnya ilmu ma-kanan ternak beberapa mineral didugaesensial bagi ternak, misalnya : flour (F),silikon (Si), titanium (Ti), vanadium (V),chromium (Cr), nickel (Ni), arsenic (As) bromine (Br), strontium (Sr), Cadmium(Cd) dan Tin (Sn). Masing-masing kelom-pok mineral dijelaskan sebagai berikut: Mineral Makro Mineral berfungsi membentuk tulang,merupakan komponen dari organ tubuh,kofaktor enzim, dan menjaga tekananosmotic. Kelompok mineral makro terdiridari 7 jenis yaitu: calsium (Ca), phospor(P), potasium (K), Magnesium (Mg), sul-fur (S), natrium (Na) dan Chlorida (Cl).Fungsi masing-masing mineral ma-kro dijelaskan sebagai berikut: Kalsium dan Pospor Kalsium dan pospor diperlukan untukpembentukan dan merawat tulang. RasioCa-P pada ternak ruminansia dianjurkan1:1 sampai 1:2, rasio yang terlalu lebarmisalnya 8:1 akan menurunkan produksiternak. Komposisi kalsium dan pospordari bagian mineral tubuh sebersar 70%.Fungsi kalsium untuk membentuk tulang,proses pembekuan darah, kontraksi otot-syaraf, keseimbangan asam-basa danaktifitas sejumlah ensim.Kebutuhan Ca-P pada ternak sapidihitung berdasarkan kebutuhan untukhidup pokok dan produksi, Untuk kebu-tuhan hidup pokok 1,54 gram Ca dan2,80 gram P untuk setiap 100 kg beratbadan ternak. Untuk pertumbuhan di hi-tung Ca sebanyak 7,1 gram dan P seba-nyak 3,9 gram untuk setiap pertambahanprotein 100 gram. Untuk produksi susudiperlukan Ca sebanyak 1,23 gram danP sebanyak 0,95 gram untuk setiap Kgproduksi air susu.Pospor berfungsi untuk pembentuk-an tulang, penggunaan energi, sistemensim, kesimbangan asam basa, trans-lokasi lemak dan struktur sel. Sumber P adalah tepung ikan, tepung kerang,tepung tulang dan kapur.Pastura tropis rendah kandunganpospornya. Hijuan yang tua dan limbahpertanian kandungan P nya juga rendahsehingga banyak ternak sapi yang men-derita defisiensi P. Gejala defisiensi padaruminansia P antara lain :• Tingkat pertumbuhan menurun (ber-henti)• Pica atau Nafsu makan yang aneh(makan apa saja yang tidak lazimkayu, tanah, tulang)• Tidak ada estrus (birahi),• Tingkat konsepsi (perkawinan) yangrendah pada ternak jantan• Tulang lemah, rapuh dan kelemahanpada sendi-sendiUntuk suplemen P dapat digunakanpreparat dikalsium fosfat atau natriunfosfat atau amonium polifisfat. SumberP dalam pakan adalah bungkil-bungkilan,produk hewani (tepung tulang-daging),dan tepung ikan. Garam Sodium (Na), potassium magnesiumdan klorida (Cl) berfungsi bersama-samadengan fosfat dan bikarbonat menjagahomeostatis proses osmosis dan pHbadan. Sodium dan clorine penting untuksemua ternak. Dalam pakan ditambah-kan garam untuk memaksimumkantingkat pertumbuhan dan produksi. Jikakandungan garam tinggi maka konsumsiair juga akan meningkat. Potasium (K) Kalium (K) merupakan mineralintraseluler yang berperan dalam me-tabolisme karbohidrat dan protein, keseimbangan asam-basa, pengaturan tekanan osmose, dan keseimbangan air. Kekurangan mineral ini akan meng-ganggu aktifitas ternak dan peran mineralmakro lainnya. Pada ternak ruminansia kebanyakan K menyebabkan defisiensi Na (NaCl) demikian juga sebaliknya. Pada ternakyang banyak makan hijauan, kadar K dalam hijauan lebih tinggi dari Na.Sapi akan lebih banyak mengkonsumsi NaCl jika ransum banyak mengandunghijauan. Pakan konsentrat lebih sedikit mengandung K dari pada hijauan. Magnesium (Mg) Magnesium merupakan bagian dari jaringan tubuh dan cairan tubuh lainnya.Bahan pakan yang mengandung Mgantara lain dedak gandum (Pollard), kon-sentrat nabati sumber protein (Bungkilkedelai) dll.Pada ternak ruminansia Mg ter-dapat pada tulung dengan kandungan0,5-0,7%. Dalam jaringan daging kand-ungannya 190 mg/kg, sedangkan padasyaraf 100 mg/kg. Fungsi Mg sebagaikatalisator enzim dalam metabolismekarbohidrat dan protein, oksidasi sel danmempengaruhi aktivitas neuromuskular. Kebutuhan Mg pada anak sapi diperki-rakan sebesar 12-30 mg/kg berat badan.Untuk induk sapi bunting dibutuhkan 9mg/kg berat badan, sedang untuk induklaktasi diperlukan sebsesar 21 gr/kg be-rat badan per hari. Dalam pakan ternak Mg terdapat pada hijauan pakan ternakdan konsentrat. Gejala-gejala defisiensi Mg padasapi sebagai berikut:• Sapi menegangkan leher(opistotonus) dengan mengangkatkepala setinggi tingginya.• Anak sapi sering menggerakkantelinga ke belakang dengan posisiagak kebawah dan sensitif terhadaprangsangan dari luar (suara ataufisik), terjadi tremor urat daging,konvulsi kemudian mati.• Gras tetany, sapi mengalami gejalaseperti penyakit tetanus yaitu kejang-kejang karena aktivitas daging yangmeningkat ( tremor ).Cara mengatasi kekurangan Mg• Memupuk pastura dengan preparatMg (Calsined magnesite), dosispemupukan 17 kg/ha.• Penambahan preparat Mg padakonsentrat dengan dosis MgO2 se-banyak 5 gr/400 gram pakan per hari• Penambahan MgO2 pada molase blokdengan dosis 50 gr/hari untuk sapidewasa dan 7-15 mg untuk anak sapi.• Penambahan preparat Mg Pada airminum• Pemberian dosis tunggal 400 mllatruan yang mengandung 25% Mgsulfat atau Mg laktat pada intravenus.• Pemberian kapsul Mg alloy sebesar226 gram pada sapi yang menderitatetani. Belerang (S) Sulfur merupakan bagian dari proteinyang terdapat pada asam aminocys- tine, cystein Dan methionine. Disampingitu S juga terdapat pada vitamin biotin,thiamin dan polisakarida yang banyakmengandung sulfat. dan sebagian kecil dalam darah. Disamping sebagai ma-teri pembangun S juga berfungsi padametabolisme protein, lemak dan karbo-hidrat, pembentukan darah, endokrin,keseimbangan asam basa. Kebutuhanternak ruminansia akan S belum jelas,diperkirakan 0,10-0,32%.Pakan alami biasanya sudah mencu-kupi kebutuhan ternak akan sulfur. Sum-ber S pada pakan ternak adalah hijauan dan jagung atau silase jagung. Namundalam kasus defisiensi S ternak menun- jukan gejala klinis penurunan nafsumakan, dan pertambahan berat badan,kelemahan umum, lakrimasi, sampaidapat terjadi kematian. Sesuai denganfungsinya maka defisiensi S menyebab-kan gangguan sintesis protein mikroba,gejala kekurangan protein, penurunankecernaan selulosa, dan penimbunanasam laktat yang terlihat dalam darahdan urin. Kadar S yang aman adalah 0,1-0,2%, tergantung jenis makanan. Calsium (Ca) Ca merupakan mineral yang palingbanyak dalam tubuh. Mineral ini dibutuh-kan untuk pembentukan tulang, perkem-bangan gigi, produksi air susu, telur,transmisi impuls syaraf, pemeliharaaneksitabilitas urat daging yang normal(bersama-sama dengan K dan Na), regu-lasi denyut jantung, gerakan urat daging,pembekuan darah dan mengaktifkanmenstabilkan enzim (misalnya: amylase pankreas). Defisiensi Ca menyebabkanriketsia, pertumbuhan terhambat, tidakada koordinasi otot.Rickets, Gejala rickets di jumpai padasapi muda yaitu tulang hewan muda ter-ganggu. Tanda-tanda klinis yang nampakadalah: tulang menjadi lemah, lembek(kurang padat), sensi-sendi membeng-kak, pembesaran ujung tulang, kaki kaku,tulang punggung melengkung, bungkulpada tulang rusuk. Jika rickets dibiarkanmaka akan terjadi kelainan pada kakiyang melengkung hal ini disebabkan olehtensi urat daging dan bobot badan yangdi pikul oleh tulang kaki yang lemah.Osteomalasia, Kekurangan Ca padaternak dewasa akan menyebabkan os-teomalasia. Yaitu akibat demineralisasidari tulang hewan yang sudah dewasa.Kandungan Ca (dan P) dalam tulang si-fatnya dinamis, artinya pada saat produk-si ternak tinggi akan mengambil Ca daritulang. Gejala klinis antara lain kelemah-an tulang dan gampang rusak kalau kenatekanan. Kadar Ca bahan pakan sangatbervariasi yang disebabkan oleh jenistanaman, bagian dari tanaman dan umurtanaman. Hijuan pakan ternak yang lebihtua kadar Ca nya akan menurun. Legu-minosa atau kacang-kacangan lebih ba nyak mengandung Ca dari pada rumput.Biji-bijian untuk konsentrat kadar Ca-nyarendah. Sumber Ca adalah kalsium kar-bonat, batu kapur giling, tepung tulang,dikalsium forpat, kalsium sulfat, tepungikan, tepung kerang, tepung tulang. Mineral Mikro (Trace Mineral) Trace mineral (mineral mikro) terdiridari 8 jenis yaitu : cobalt (Co) , cooper (Cu), Iodine (I), besi (Fe), mangan (Mg),selenium (Se), cobalt (Co) dan zink (Zn).Cobalt juga diperlukan tetapi sudah ter-dapat pada vitamin B12. tembaga danbesi sering sudah cukup pada bahanpakan sehingga tidak perlu penambah-an. Trace mineral merupakan bagian darimolekul organik. Besi merupakan bagiandari hemoglobin dan citocrom. Yodium adalah bagian dari thyroxine. Tembaga,mangan, selenium, dan zink membantuproses enzim. Khusus untu zink meru-pakan bagian dari struktur DNA. Kebutuhan trace mineral dipenuhi dari bahan pakan yang di konsumsi ternak. Pada kasus khusus tanah yang ditumbuhi bahan pakan defisiensi tracemineral yang menyebabkan kandungan trace mineral dalam bahan pakan rendah. Masing-masing mineral mikro dijelaskan sebagai berikut: Mangan (Mn) Mn diperlukan untuk aktivator enzim,dan trasfer pophat dan decarboxilase,mencegah perosis, dan pertumbuhan tu-lang. Sumber Mn adalah hijauan dan bah-an konsentrat seperti jagung. Didalam tu-buh ternak Mn dijumpai pada hati, ginjal,pankreas, dan pituatary, dan sedikit pada jantung, urat daging dan tulang. Padaruminansia Mn berfungsi sebagai sintesakarbohidrat, mucoplyssacharide, sistemensim, misalnya pyruvate carboxylase,arginine synthetase dll. Kebutuhan Mnpada ruminansia belum banyak diketahuitetapi kekurangan Mn menyebabkan ge- jala klinis bentuk tulang dan postur yangabnormal. Kelainan bentuk tulang antaralain kaki bagian bawah, pembengkakansendi, humerus yang relatif pendek, dantulang yang relatif rapuh. Defisiensi Mn juga dapat menggagu proses reproduksiternak jantan dan betina. Pada ternak jantan menyebabkan, gangguan sper- matogenesis degenerasi testis, dan epididimus , dan berkurangnya hormonkelamin yang menyebabkan sterilitas.Pada ternak betina dapat terlihat ertrusyang tidak menentu (tidak ada), dan ti-dak terjadi konsepsi (pembuahan) dankalaupun terjadi pembuahan dapat me-nyebabkan keguguran. Di daerah tropisyang banyak terdapat gunung berapibisanya jarang terjadi kasus kekuranganMn. Hal ini disebabkan Mn dalam hijauan dan pakan konsentrat sudah cukup untukkebutuhan ternak. Sumber Mn adalah hijauan, konsentrat dan premix mineral buatan pabrik. Copper (Cu) Copper berperan dalam enzim danultilisasi besi dalam pigmentasi kulit danpembentukan hemoglobin. Beberapaenzim yang membutuhkan copper antaralain ceruloplasmin, cytochrome, oxidase,lusine oksidase, tryrosinase, plasto- cyanin, dan baemocyanin. Penyerapancopper dipengaruhi oleh beberapa faktoryaitu: keasaman lambung, penggunaancalsium carbonat dan ferros sulfid akanmenurunkan penyerapan Copper. Copperyang tidak terserap akan dikeluarkan lagimelalui tinja (feces). Pada kenyataannyadari copper yang dikonsumsi lebih dari90% disekresikan kembali oleh ternak.Sumber copper adalah pakan alami.Fungsi esensial dalam tubuh antaralain:• Pembentukan hemoglobin, penyerap-an Fe dan mobilisasi Fe dari tempatpenyimpannya.• Membantu metabolisme tenunanpengikat• Kofaktor ensim memerlukan Cuutnuk aktifitas biologisnya. Enzimtersebut antara lain: cytochrome oxidase, ascorbic acid axidase dll.Dalam tubuh ternak Cu dapat ditemuipada hati, otak, jantung, urat daging,dan lemak. Pakan dengan kandunganCu 10 ppm dianggap cukup untuk sapipedaging. Gejala defisiensi Cu antaralain: terganggunya pigmentasi, men-derita fibrosis miokardium, tulang pipihdengan tulang rawan melebar, mudahmengalami fraktur atau aoetoporosis.Hampir semua hijauan dapat mensuplaikebutuhan Cu ternak sebanyak 3-4 kaliyang dibutuhkan. Namun tanaman yangbanyak mengandung pitat dan lignindapat menurunkan penyerapan Cu. Pre-parat Cu yang dapat digunakan adalahCuCO3, CuSO4 dll. Iodium (I) Mineral iodium terdapat dalam tubuhternak kelenjar tiroid, darah, daging dansusu. Jaringan lain yang mengandung Iadalah lambung, kelenjar saliva, ovar-ium, kelenjar pituatary, kulit, plasenta,dan rambut. I diperlukan untuk sintesishormon oleh kelenjar thyroid yang men-gatur metabolisme energi. Hormon tiroidmemegang peran dalam termoregulasi,proses metabolisme antara, reproduksi,pertumbuhan dan perkembangan, sirku-lasi dan fungsi urat daging. Penyerapanyodium pada susu kecil dan dikonsentra-sikan pada kelenjar thyroid. Kebutuhan Ibelum jelas, diperkirakan sekitar 0,05-0,8 ppm. Defisiensi I menyebabkan kelenjargondok membengkak, kehilangan bulu,kekurangan hormon tiroksin yang ditan-dai dengan kelemahan umum, basal me-tabolisme menurun, pertumbuhan lam-bat, pedet lahir mati. Pada hewan betinamenyebabkan gangguan estrus sedangpada jantan menyebabkan menurunnyalibido. Sumber yodium adalah pakanalami seperti tepung ikan dan hijauanmakanan ternak. Zinz (Zn) Zn (seng) berperan dalam pengaktifdan komponen beberapa enzim seperti carbonic anhydrase, carboxys peptidase,alkohol dehidogenase yang berperandalam metabolisme asam nukleat, sinte-sis protein dan metabolisme karbohidrat.Dalam kulit dan jaringan tubuh lainnyaserta tulang juga terdapat Zn. Gejala kli-nis pada ruminansia adalah tidak peduliterhadap lingkungannya, pembengkakankaki dan dermatitis pada leher, kepaladan kaki, gangguan penglihatan, banyakbersalivasi (ludah), penurunan fungsi ru-men, luka sulit sembuh, dan gangguanreproduksi ternak jantan. Sumber Znadalah dedak padi dan dedak gandung.Namun demikian defisiensi Zn jarangterjadi karena dalam pakan ternak sudahtersedia cukup kandungan Zn. Didalamluguminosa terdapat kandungan Zn 60ppm, biji-bijian mengandung 10-30 ppmZn, sumber protein nabati mengandung50-70 ppm Zn, sumber protein hewanimengandung 100 ppm. Kebutuhan Znternak ruminansia sulit diperkirakan na-mun secara umum kebutuhan tersebut20-40 mg/kg berat kering pakan. Selenium Se berperan pada proses metabo-lisme yang normal dan ada kaitannyadengan vitamin E. Vitamin E dapat meng-gantikan kebutuhan mineral Se. Kelebi-han Se akan menyebabkan keracunanternak. Sumber pakan yang mengan-dung Se antara lain jagung (20 ppm), dandedak gandum (55 ppm).Dalam tubuh ternak berupa seleno-protein yang terdistribusi secara luasdalam tubuh. Se juga berperan dalam pe-nyerapan lipid dalam saluran pecernaan,atau pengangkutan melalui dinding usus.Dalam tanaman Se terdapat dalam ben-tuk selenium amino acid bersama-samadengan protein. Kandungan Se tanamansangat tergantung dari kandungan Sedalam tanah. Pada tanaman seleniumterdapat pada leguminosa dan rumput.Kebutuhan Se pada sapi yang se-dang tumbuh adalah 0,10 mg/kg ransumkering, untuk sapi jantan dan induk yang sedang bunting 0,05-0,10 mg/kg ransumkering. Kekurangan Se menyebabkandaging sapi berwarna putih, gangguan jantung, dan paralisis. Kelebihan Semenyebabkan keracunan dengan gejalabulu ekor rontok, hilangnya nafsu makan,kuku coplok, dan bisa mati karenakelaparan, haus dan gangguan perna-fasan. Molibdenum (Mo) Mo didapati pada seluruh urat dag-ing-tulang dan sedikit pada hati, ginjaldan bulu ternak. Fungsi dari Mo adalamkomponen esensial dari beberapa enzimmisalnya: xanthine oksidase, aldehydaoksidase dll. Kebutuhan Mo bagi ter-nak ruminansia belum diketahui secara jelas. Kekurangan Mo jarang ditemukan,tetapi kelebihan Mo justru menyebabkandefisiensi Cu dan menjadi racun yangmenyebabkan diare, anoreksia, anemia,ataksia, dan kelainan bentuk tulang, de-pegmintasi kulit atau bulu. Sumber pakanyang mengandung Mo adalah hijauansegar, sedang pada hijauan kering kan-dungan Mo menurun. Cobalt (Co) Dalam tubuh ternak Co ditemukanpada hati, mata, ginjal, kelenjar adrenal,limpa dan pankreas dan sedikit padasumsum tulang darah, susu dan em-pedu. Didalam rumen sapi Co digunakanmikroba untuk pembentukan B12. padamakanan ternak kandungan Co padarumput lebih rendah dari pada leguminoi-sa. Kebutuhan Co pada pakan sebesar0.1 ppm dari bahan kering pakan.Pada tanah yang berpasir kandung-an Co rendah sehingga tanaman yangtumbuh di tanah tersebut juga rendahkandungan Co. Jika ternak makan tana-man yang tumbuh ditanah tersebut akanmengalami defisiensi Co. Pada tanahyang banyak diberi kapur juga kadarCo rendah. Gejala defisiensi Co adalahnafsu makan menurun, pertumbuhanterganggu, pertambahan berat badanberkurang, diikuti nafsu makan yangsemakin berkurang, cepat kurus, anemiaparah, dan hewan dapat mati. Dari segireproduksi terdapat 3 gejala klinis akibatdefsiensi Co yaitu: penundaan ovulasi-estrus, estrus tidak teratur, dan gejalaestrus tidak jelas. Untuk mencegah de-fisiensi Co dapat dilakukan upaya-upayasebagai berikut:• Pemupukan pastura dengan preparatCo• Penyuntikan viatmin B12• Penambahan Co pada pakan dengandosis 2 gram/ton pakan.• Mencekok sapi dengan mineral yangmengandung Co• Pemberian Co dalam bentuk Cobaltik Oksida dan tanah lempung Fe Dalam tubuh Fe didapati pada hati,limpa, ginjal, jantung, sumsum tulang,darah dan sel-sel lainnya. Fungsi Fe dibutuhkan pada pembentukan hemo-globin, mioglobin, enzim satilase, danperoksidase. Fe berperan dalam tarnsporoksigen dalam sel dan respirasi sel.Kebutuhan anak sapi berkisar 100ppm sedangkan sapi dewasa 50 ppm daribahan kering pakan. Kelebihan Fe akandi simpan dalam hati, limpa dan sumsumtulang. Kadar Fe yang diperlukan dalampakan ternak sebesar 100 μg/g cukupuntuk semua jenis ternak. Defisiensi Febanyak terdapat pada anak sapi karenadalam air susu kadarnya rendah, jugabisa disebabkan oleh pendarahan yangdisebabkan parasit. Gejala klinis daridefisiensi Fe adalah anemia, (selaputlendir menjadi pucat), kadar hemoglobinmenurun, tingkat kejenuhan transferinmenurun, kurang memperhatikan ling-kungan, nafsu makan dan pertambahanberat badan menurun, serta anthrophypada papil-papil lidah. Pada prakteknyakebanyakan rumput mengandung Fe100-250 ppm dan leguminosa me-ngandung 200-300 ppm, sehingga kasuskekurangan Fe jarang terjadi karenakan kandungan Fe hijauan lebih tinggi dariyang dibutuhkan ternak. Bahan yang me-ngandung Fe tinggi adalah tepung dagingdan ikan dengan kadar Fe 400-600 ppm,biji-bijian 30-80 ppm dan bungkil 100-400ppm. Jika diperlukan suplemen Fe dapatmenggunakan Fe sulfat, fero karbodat,feri klorida dll Mineral yang Mungkin Esensial Fluor (F) sangat baik digunakan olehtulang dan gigi. Pada jaringan lunak Fpaling banyak terdapat pada ginjal. Kasuskeracunan F disebabkan oleh kontami-nasi makanan dan minuman. Air dengankadar F 3-15 ppm akan berakibat racundan pakan yang mengandung F sebesarlebih dari 2 ppm. Tanaman pada kondisinormal mengandung F sebesar 1-2 ppm.Sapi yang mengkonsumsi pakan yangmengandung F sebesar 100 ppm akanmenyebabkan keracunan akut, sedangkandungan 30 ppm dalam jangka lamaakan menyebabkan flourosis kronis. Ge- jala keracunan adalah eksitasi, tingginyakadar F dalam darah dan urin, kaku, an-orexia, salvias berlebihan, muntah, spas-mus urinasi dan defekasi, lemah, depresiyang berat dan kelainan jantung. SumberF adalah tepung tulang, tepung darah(hasil ikutan ternak), dan tepung ikan. Vitamin Vitamin digolongkan menjadi 2 ke-lompok yaitu vitamin yang larut dalam le mak dan vitamin yang larut dalam air. Vi-tamin yang larut dalam lemak terdiri darivitamin A,D, E dan K. Sedangkan vitaminyang larut dalam air terdiri dari tiamin,riboflavin, asam nikotenat, folasin, biotin,asam pantotenat, pyridoxinel B 12, dan koline. Kebutuhan vitamin dinyatakandalam milli gram per kilogram pakan, ke-cuali vitamin A,D dan E dinyatakan dalamInternasional Unit (IU).Pada ternak ruminansia perhitungankebutuhan vitamin lebih rumit karenabeberapa vitamin dapat disintesa olehmikroba di dalam rumen, misalnya Bkomplek. Vitamin yang larut dalam le-mak tidak disintesa dalam rumen danbeberapa didegradasi oleh mikroba ru-men, sehingga harus ada penentuansecara khusus tentang kebutuhan ternakruminansia untuk dapat berproduksi yang maksimum. Vitamin Yang Larut DalamLemakVitamin A(Retinol) Vitamin A terlibat dalam sistem peng-lihatan dan pengelolaan jaringan epiteldi seluruh permukaan tubuh bagian luarmaupun bagian dalam serta berbagaikelenjar endokrin/gonad. Peran vitamin A juga membantu pembentukan protein.Pakan ternak terdiri dari bahan na-bati dan hewani. Pada bahan hewaniterdapat vitamin A sejati, sedang padapakan nabati terdapat provitamin A yangberawal dari caroten. Provitamin A terse-but akan diubah menjadi vitamin A olehternak.Untuk ternak ruminansia disarankandungan vitamin A dalam pakan sebe-sar 1200 IU/Kg ransum kering untuk ter-nak yang sedang tumbuh, sedang untukternak betina laktasi dan pejantan disa-rankan 3900 IU per kg ransum kering.Pada ternak ruminansia gejala de-fisiensi lebih banyak pada ternak mudayang cepat pertumbuhannya diban-ding ternak tua. Gejala defisiensi padasapi sebagai berikut: anoreksia diikutidengan buta malam, diare yang parah,tidak ada koordinasi dalam bergerak,banyak airmata dan ingus, konvulsi, butapermanen, kornea mata pecah, pertum-buhan terganggu, berat badan menurun,dan bulu kulit kasar. Kelebihan vitamin Aakan menyebabkan ternak keracunan.Pada sapi keracunan pada dosis 17.000IU per kg ransum kering. Keracunanpada ruminansia menyebabkan menu-runnya aktifitas enzim pada metabolismeenergi sehingga mempengaruhi prosespertumbuhan. Sumber vitamin A adalah hijauansegar, silase, atau hay, jagung kuning,dan vitamin sintetis (asetat sintetis).Minyak hati merupakan sumber vitminA yang terbaik tetapi jarang digunakanpada peternakan. Vitamin D (Ergocalciferol) Vitamin D memiliki banyak bentuk,tetapi yang penting bagi ternak adalahD2 (ergocalciferol) dan D3 (cholecal- cifero). Vitamin ini berfungsi dalam pe-nyerapan vitamin Ca dan P dan proseskalsifikasi dalam pertumbuhan tulang.Secara umum vitamin D dibutuhkanuntuk membantu pertumbuhan Denganbantuan sinar ultra violet matahari tubuhternak dapat mengubah provitamin Dmenjadi vitamin D. Prinsip ini dimanfaat-kan peternak dalam membangun arahkandang yaitu agar dapat memanfaatkansinar matahari untuk membantu prosespembentukan vitamin D. Namun denganberkembangnya vitamin sintesis teoritersebut tidak selalu mutlak diterapkandan ditambah penemuan bahwa lampulistrik (Neon) dapat mengganti peransinar matahari.Ternak sapi membutuhkan vitamin Dsebanyak 275 IU per Kg berat kering pak-an secara rinci untuk anak sapi sebanyak4 IU/kg berat badan, untuk sapi yang se-dang tumbuh 2,5 IU/kg berat badan, dan10 IU /kg BB uantuk sapi bunting/laktasi. Defisiensi vitamin D pada sapimenunjukan gejala gangguan tulangdan riketsia pada sapi muda, menurun-nya Ca dan P darah dengan tanda klinissendi-sendi membengkak dan kaku, an-orexia, respirasi cepat, iritabilitas, tetany,kelemahan, konvulsi, dan pertumbuhanterhambat. Pada sapi dewasa tulangmudah fraktur (retak) bahkan patah, jikaterjadi pada tulang punggung akan me-nyebabkan sapi lumpuh.Sumber vitamin D dalam pakan be-rasal dari hijauan pakan ternak dengankandungan provitamin D sebanyak 11 IUdan premix mineral buatan pabrik. Vitamin E (Alfa tokoferol) Terdapat 7 vitamin E, tetapi alphatokoferol adalah yang paling banyak pe-nyebarannya pada bahan pakan ternak.Vitamin E berfungsi menjaga kesuburanternak atau antisteril. Peran vitamin E se-bagai zat makanan yang vital dalam me-tabolisme urat daging/syaraf, kontraksiurat daging, sirkulasi, respirasi, pencer-naan, ekskresi, pertumbuhan, konversikanan dan reproduksi.Kebutuhan vitamin E pada anak sapi15-60 IU/Kg berat kering pakan, untuksapi yang seang tumbuh 6,8-27,3 IU/Kg ransom dan untuk sapi dewasa 13600IU/0,45 kg ransum, dan 54.600 IU/ton ran-sum untuk sapi dara, laktasi dan bunting.Sumber vitamin E adalah pakanhijuan dan biji-bijian. Hijauan segar men-gandung 100-200 mg/kg vitamin E, jag-ung kuning 25 mg/kg, juwawut 11 mg/kg,dn gandum 2-3 mg/kg. Nampak bahwahijuan lebih banyak mengandung vitaminE dibanding biji-bijian. Karena vitamin Etidak stabil maka disarankan menambah-kan premix mineral untuk suplai vitamin E. Vitamin K Vitamin K dikenal sebagai Antihaemoragi karena dibutuhkan untukmembentuk protombin yang pentingdalam proses pembekuan darah jika ter- jadi luka pada ternak. Fungsi lain adalahmenyediakan energi untuk fungsi sel.Pada ternak ruminansia vitamin K dapat disintesa oleh mikroba dalam rumen dan saluran pencernaan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhikebutuhan. Vitamain K merupakansatu-satunya vitamin yang larut dalamlemak yang dapat disintesa oleh ternakruminansia. Pada kasus sapi mengkon-sumsi zat anti koagulan (misal dekumaroldari jamur, tanaman leguminosa/clover),yang mencegah pembentukan protrom-bin yang akanmenyebabkan ternak de-fisiensi K.Sumber vitamin K adalah bahan daritanaman (K1), hewani (K2) dan K3 darivitamin sintetis. Vitamin K sintetis dikenaldengan menadion. Bahan pakan sebagaisumber alami Vit K adalah tepung ikan,bungkil kacang kedelai. 4.3.5.2. Vitamin Yang Larut Dalam Air Vitamin yang larut dalam air terdiridari B1, B2, B6, niacin, biotin, B12, asamfolat dan C. masing-masing manfaat dangejala defisiensi dijelaskan sbb: Vitamin B1(Thiamin) Dalam tubuh ternak vitamin B1 ber-fungsi sebagai koensim kokarboxilasedalam bentuk thiamin phyrophospahate.Fungsinya untuk proses enzimatis de-karbosilase asam alpha keto atau dengankata lain metabolisme asam piruvat menjadi asetat. Secara sederhana diuraikan bahwa vitamin B1 membatu metabolism karbohidrat menjadi energi. Kekurangan thiamin menyebabkan akumalasi asam asam piruvat dan akan menurunkan produksi asam laktat di ja-ringan, dan ternak menunjukan defisiensi vitamin B1. Defisiensi pada ternak rumi nansia menunjukan gejala buta, urat da-ging tremor, gigi gemeretak, opisthotonusdan konvulsi.Pada ruminansia sumber vitamin B1dari pakan dan mikroba rumen. Mikrobarumen dapat mensintesis vitamin B1.Pada anak sapi dimana mikroba rumenbelum berkembang maka sumber B1dari air susu yang diminumnya. Jika airsusu diganti dengan susu pengganti(milk replecement) maka disarankan menambahkan vitamin B1 menurut NRCsebanyak 65 μg/kg bobot badan. B2 (Riboflavin) Vitamin B2 berfungsi membantu tranportasi hidrogen, metabolisme pro-tein dan energi. B2 merupakan kompo-nen flavoprotein yang berfungsi sebagaikonenzim.Pada ruminansia gejala defisiensisebagai berikut anoreksia, lakrimasi,salivasi berlebihan, diare, sakit disudutmulut, bulu rontok, dan dapat mati. Ke- jadian defisiensi disebabkan kandungandalam pakan rendah dan mikroba rumen terganggu. Sumber vitamin B2 adalah dari bahan pakan dan sintesis mikrobarumen. Disarankan untuk menambah vit-main B2 sebanyak 65 μg/kg bobot badanpada anak sapi yang diberi minum susu pengganti. Sumber B2 adalah jagungkuning dan bungkil kedelai. Niacin Niacin berberan sebagai koensimyang membantu metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bentuk koensimbangan adalah nicotinamide dinucleoide (NAD)dan nicotinamide dinucleoide phosphate(NADP). Sumber niacin adalah bekatul,tepung ikan, dedak padi, dedak gandumdan bungkil. Pada ternak ruminansia niacin dapat dibentuk dari tryptopan. Reaksi ini terjadi didalam mikroba dan jaringan rumen. Sehingga niacin erat hubungannya dengan thryptophan. Jika kadar tryptopan dalam pakan rendah (0,2%) maka baru ada ke-butuhan minimal niacin. Kandungan tryptopan 60 mg setara dengan 1 mg Niacin. Anak sapi yang kandungan air susunya rendah akan menderita defisiensi Niacin. Pyrodoxin (B6) Vitamin B6 berfungsi sebagai koen-sim yang membantu proses metabolismeprotein. Sehingga perannya esensial dalam proses pertumbuhan. Sumber B6 adalah pakan berasal dari hewani, bungkil kedelai, dan biji-bijian. Dalam kondisinorma l jarang terjadi defisiensi B6 kecuali jika pakan rusak atau bahan pakan dipalsukan. Biotin Biotin sebagai kelompok prostetik berperan pada beberapa enzim yang memantapkan katalis CO2 kedalam jaringan organik. Enzim yang mengandung Biotin adalah acetyl koensim A karbosilasi, pro-pionil koensim A karboxilasi dan methylmalonyl transkarbosilasi. Pada ruminanbitoin dibutuhkan pada siklus urea, sinte-sis arginin, pirimidin (asam nukleat penyusun DNA), lintasan ekstra mitokondrialdan sitesa asam lemak, sehingga pentingperannya dalam proses pertumbuhan. Sumber Biotin adalah dedak, bekatul, biji-bijian. Jarang dijumpai defisiensibitoin, namun jika kasus terjadi gejalanya adalah perosis, pertumbuhan lambat, kerdil dan dermatitis disekitar dan kaki. Asam Folat Vitamin ini memegang peranan pen-ting salam reaksi biokimia dalam memin-dahkan unit C tunggal dalam berbagai reaksi. Fungsinya antara lain dalam in-terkonversi serin dan glysin, dalam sitesapurin, degradasi histidin atau dalamsintesa group methyl tertentu. Purin penting dalam pertumbuhan dan reproduksi semua jaringan tubuh karena purin merupakan bagian dari DNA.Defisiensi asam folat maka pemben-tukan nucleo protein dalam proses pende-wasaan sel-sel darah tidak terjadi dan akanmenyebabkan gejala anemia yang spesifik.Oleh karena itu Folat juga dikenal dengananti anemia. Pada ternak ruminansia kebu-tuhan folat dipenuhi dari pakan dan sintesismirkoba rumen. Sumber asam folat adalahtepung ikan dan jagung. Cyanocobalalamin (B12) Fungsi B12 adalah sebagai koenzim pada beberapa reaksi metabolik. Vitamin ini dibutuhkan untuk sintesis grup metal dari karbon tunggal sebagai prekusor, secara langsung dibutuhkan dalam metabolisme asam amino dan sintesis protein. Selain itu B12 juga berfungsi pada metabolisme propionat yang penting sebagai pembentuk glukosa. B12 juga diperlukan oleh mikroba rumen. Defisiensi B12 pada ruminan menyebabkan terakumulasi propionat dan asetat dalam darah yang akan menyebabkan menurunnya nafsu makan 40-70%. Anak sapi perlu suplaivitamin B12 pada makanannya, sedangsapi dewasa hanya perlu suplai Co agarmikroba dalam rumen dapat mensintesis B12. Kebutuhan anak sapi diperkirakan0,54 mg per kg berat badan.Suplai Co pada ternak ruminansia diperlukan sebagai salah satu bahan dalam pembentukan vitamin B12. Sapi dara yang diberi silase akan memproduksi vitamin B12 lebih banyak daripada ter-nak yang diberi hay (rumput kering). Kolin (Choline) Kolin merupakan substansi esensial dalam pembentukan dan pemeliharaan struktur sel dan metabolisme lemak dalam hati. Kolin terdiri dari komponen asetil kolin yang berperan pada mediatordalam aktivitas urat syaraf. Pembentukan asetil kolin yang penting dalam ransmisiimpuls syaraf membutuhkan kolin.Pada ternak ruminansia kolin disintesa oleh mikroba rumen. Hasil suatupercobaan pada ternak sapi pedaging,dengan penambahan kolin sebanyak 500mg per kg ransum akan meningkatkan to-tal mikroba rumen, produksi gas dan VFA(Volatil Fatty Acid). Hasil yang diperoleh adalah kenaikan berat badat 7% dan efisiensi pakan 2,5%. Vitamin C Vitamin C secara kimiawi dikenaldengan L asam askorbat. Peran vitaminC adalah pada mekanisme oksidasi danreduksi di dalam sel-sel hidup. Fungsi lain dari vitamin C adalah mengurangitekanan pada iklim tropis. Pada ternak ruminansia vitamin C disintesa dalam rumen ternak Air Air merupakan nutrisi yang pent-ing bagi ternak. Kebutuhan air sangat tergantung dari temperatur lingkungan dan kelembaban relatif dan komposisi pakan ternak, tingkat pertumbuhan, dan efisiensi ginjal. Jumlah air yang dikonsumsi diperkirakan 2 kali lebih banyak dari pakan yang dikonsumsi berdasar kanberat pakan, tetapi konsumsi air pada ke-nyataannya sangat bervariasi. Proporsiair sebesar 2/3 bagian dari masa seekor ternak, dengan berbagai peran dalam kehidupan ternak. Fungsi Air Fungsi air terdiri dari 4 komponen yangterintegrasi dalam system pertumbuhan. Komponen jaringan Air bebas yang terikat dalam jaringan daging merupakan contoh yang baik. Perubahan keduanya (air bebas dan terikat) dapat mengubah aktivitas enzim yang selanjutnya berpengaruh pada tingkat pertumbuhan urat daging. Jumlah air yang diikat dipengaruhi oleh fase perkembangan jaringan urat daging. Sapi yang tua kapasitas mengikat air lebih tinggi disbanding sapi yang lebih muda. Media Fisik Air berfungsi sebagai pengantar zat makanan dari saluran pencernaan kedalam jaringan tertentu untuk sintesis komponen tertentu guna pertumbuhan atau hidup pokok sel tertentu. Mengatur Fungsi Osmosis Dalam Sel Air berperan dalam memelihara keseimbangan konsumsi mineral tertentudalam urat daging. Konsentrasi kalsium dalam urat daging penting untuk mengatur metabolisme energi dan kontraksi. Jika kadar mineral tidak seimbang akan menyebabkan kontraksi dan pertumbuhan urat daging terganggu. Air sebagai Pereaksi (Reagent) Air berberan dalam fungsi reaksi kimia untuk sintesis (pembangunan) jaringan. Contoh: reaksi hidrolisis untuk sintesa asam amino untuk pembentukan protein. Air yang digunakan oleh ternak dapatberasal dari air minum, air yang terkandung dalam bahan pakan dan air hasil proses metabolic. Air dari bahan pakan sangat bervariasi dari 3% s.d 80% tergantung jenis bahan pakannya, dan airdari hasil oksidasi. Komponen air dalam tubuh ternak mencapai 2/3 bobot badan(55-75%). Kebutuhan Air Kebutuhan air dipengaruhi oleh kandungn bahan kering, dan komponennya,temperatur lingkungan dll. Kebutuhan Air Pada Berbagai Temperatur pada Ruminansia Faktor yangmempengaruhi konsumsi air sbb: Lingkungan, Pada ruminansia, jika tempertur berubah maka konsumsi bahan kering atau energi akan menurundan konsumsi air meningkat. Ditinjau darisegi pertumbuhan, dalam keadaan pa-nas meningkat maka pertumbuhan akan menurun, namun sebagian penurunan dapat diganti dengan peningkatan retensiair. Protein, Semakin tinggi konsumsi pro-tein maka semakin tinggi konsumsi air. Airtersebut diperlukan untuk mengeluarkanhasil metabolisme protein lewat urin.Na Cl, Semakin tinggi konsumsiNaCl maka semakin tinggi konsumsi air.Perubahan 1% salinitas tidak mempengaruhi konsumsi air minum pada domba. Pengeluaran Air Pengeluaran air pada ruminansia me-lalui urin, feces, penguapan via paru-paruserta permukaan tubuh dan keringat. Air yang keluar melalui urin lebih banyakdari yang diperlukan untuk membilasmetabolisme. Pengeluaran melalui feces cukup tinggi karena 70-80% feces adalah air. Pengeluaran melalui penguapan terutama melalui paru-paru akan tinggi jika kelembaban rendah. Pada suhu 27ºC pengeluaran air melalui penguapan sebesar 23 ml/m2/jam sedang pada suhu41º C penguapan 50 ml/m2/jam. Pengeluaran air melalui keringat lebih banyak(3 kali) dari pengeluaran air lewar paru-paru. Pengeluaran air melalui keringatpada suhu 41º C sebanyak 2,99-5,06g/m2/menit. Defisiensi Air Tubuh tidak mempunyai mekanisme untuk menyimpan air seperti halnya lemak depo dan sejenisnya. Kehilangan air akan terjadi secara terus menerus sehingga harus diimbangi dengan kon-sumsi air minum. Defisiensi air akan menyebabkan konsumsi pakan menurun. Pada suhu 40ºC ternak menunjukan gejala stress misalnya minum, penguapan,volume urin, dan tingkat respirasi diperbanyak. Jika tidak tersedia jumlah airminum dalam jumlah yang cukup makabobot badan akan menurun drastis dantanda-tanda dehidrasi. Karena banyakfaktor yang mempengaruhi tingkat kon-sumsi air minum maka disarankan untukmemberi minum secara adlibitum (tidakterbatas) kepada ternak.
 DAFTAR PUSTAKA Pane, I. 1986. Pemuliabiakan Ternak Sapi . Penerbit PT Gramedia, Jakarta. Parakasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta Partodihardjo, S. 1980. Ilmu Reproduksi Hewan . Penerbit Mutiara Sumber Widya.Jakarta